Setelah selesai kuliah dari Universitas HKBP Nomensen di kota kecil Pematangsiantar tahun 2012, saya berniat ingin mengabdibmenjadi guru di Papua
Sejak SD memang saya sudah memiliki niat atau cita-cita mnginjakkan kaki di Papua, semuanya dimulai ketika pelajaran IPS tentang Peta. Dari sisi gambar, pulau Papua memiliki keunikan yaitu seperti seekor burung yang bertengger, ditambah lagi inspirasi dari lagu "dari sabang sampai merauke....." niatku dan semangatku bertumbuh dan berakar. Setampat SMA saya semakin mengidam-idamkan akan berangkat ke Papua hanya tempat tujuan belum ada.
Seusai acara Wisuda, saya sudah resmi seorang sarjana pendidikan. Niat itu semakin menggema, hanya saja kedua orang tua saya tidak setuju. Namun saya tidak menyerah, tetap meminta kepada orang tua agar mengijinkan, memang susah sekali mendapat ijin. Hingga berakhir tahun 2012 ijin belum ada, memang saya memahami kenapa orangtua saya tidak memberi ijin. Alasan utama mereka adalah keluarga kami tidak advdi Papua, ataupun sanak saudara bahkan teman sekampung atau kenalan tidak ada sama sekali.
Pertengahan 2013 saya membeli tiket pesawat, lalu menunjukkan kepada orangtua, memang mereka sempat tidak menerima namun karena bujukan saya, akhirnya hati mereka mulai luluh dan memberi lampu kuning, dengan alasan kalau gagal di Papua jangan malu kalau ingin kembali pulang...
Lalu ayah bertanya, tujuan kota di mana? Lalu saya tunjukkan tiket dengan kota Merauke adalah tujuan akhir. "Jauh" kata itu yang terucap...
Cerita singkat. Kami sekeluarga berangkat ke desa Tanjung Beringin desa kelahiran ayah, ternyata semua keluarga ayah setuju, hati cukup senang
Cerita akhir, tanggal 1 Februari 2013 saya, ayah, dan bunda berangkat ke Polonia bandara SUMUT, saya berangkat jam 17.00 Wib...
Tanggal 2 Februri 2013 saya tiba di mopah... Bersambung
Sejak SD memang saya sudah memiliki niat atau cita-cita mnginjakkan kaki di Papua, semuanya dimulai ketika pelajaran IPS tentang Peta. Dari sisi gambar, pulau Papua memiliki keunikan yaitu seperti seekor burung yang bertengger, ditambah lagi inspirasi dari lagu "dari sabang sampai merauke....." niatku dan semangatku bertumbuh dan berakar. Setampat SMA saya semakin mengidam-idamkan akan berangkat ke Papua hanya tempat tujuan belum ada.
Seusai acara Wisuda, saya sudah resmi seorang sarjana pendidikan. Niat itu semakin menggema, hanya saja kedua orang tua saya tidak setuju. Namun saya tidak menyerah, tetap meminta kepada orang tua agar mengijinkan, memang susah sekali mendapat ijin. Hingga berakhir tahun 2012 ijin belum ada, memang saya memahami kenapa orangtua saya tidak memberi ijin. Alasan utama mereka adalah keluarga kami tidak advdi Papua, ataupun sanak saudara bahkan teman sekampung atau kenalan tidak ada sama sekali.
Pertengahan 2013 saya membeli tiket pesawat, lalu menunjukkan kepada orangtua, memang mereka sempat tidak menerima namun karena bujukan saya, akhirnya hati mereka mulai luluh dan memberi lampu kuning, dengan alasan kalau gagal di Papua jangan malu kalau ingin kembali pulang...
Lalu ayah bertanya, tujuan kota di mana? Lalu saya tunjukkan tiket dengan kota Merauke adalah tujuan akhir. "Jauh" kata itu yang terucap...
Cerita singkat. Kami sekeluarga berangkat ke desa Tanjung Beringin desa kelahiran ayah, ternyata semua keluarga ayah setuju, hati cukup senang
Cerita akhir, tanggal 1 Februari 2013 saya, ayah, dan bunda berangkat ke Polonia bandara SUMUT, saya berangkat jam 17.00 Wib...
Tanggal 2 Februri 2013 saya tiba di mopah... Bersambung
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar